Tampilkan postingan dengan label Design interaksi. Tampilkan semua postingan
Digital Library
Digital Library atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protocol elektronik melalui jaringan komputer.
Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library. Bahkan di dalam suatu sistem web based learning atau virtual classroom (begitu banyak pihak menyebut sistem belajar melalui internet), tentu saja ada yang disebut virtual library.
Perpustakaan digital atau digital library adalah gabungan ICT(Information and Communication Technology) dengan isi dan program yang dibutuhkan untuk mereproduksi dan mengembangkan layanan yang biasa disediakan oleh perpustakaan konvensional yang berbasis kertas atau material lainnya.
Digital library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.
Isu-isu yang terkait di dalam digital library :
* Multimedia Database
* Information Mining
* Information Warehouse
* Information Retrieval
* Online Information
* Electronic Library
* World Wide Web (WWW)
* Wide Area Information Services (WAIS)
Di dalam perkembangan dunia perpustakaan sekarang ini banyak sekali terminologi-terminologi mengenai library. Mungkin pembaca pernbah mendengar atau mengetahui informasi mengenai electronic library, digital library, Sistem informasi perpustakaan melalui web (Web Catalogue). Sebetulnya dimana letak perbedaan antara hal-hal tersebut.
Electronic Library adalah sebuah sistem perpustakaan yang menggunakan media elektronik dalam menyampaikan informasi dan sumber daya yang dimilikinya. Media elektronik yang digunakan ini diartikan secara luas bisa melalui komputer, telepon, Internet, web, dan lain-lain.
Web Catalogue atau sistem informasi perpustakaan melalui web adalah sebuah sistem informasi dan transaksi perpustakaan melalui interface berbasis web.
Digital library adalah penggabungan dari sistem informasi perpustakaan melalui web atau pun secara elektronik dengan koleksi-koleksi dalam format digital.
Karakteristik Digital Library
Ini adalah karakteristik utama dari digital library:
1. Manajemen sumberdaya menggunakan komputer.
2. Komunikasi antara penyedia dengan pengguna informasi melalui kanal elektronik.
3. Pemenuhan kebutuhan pengguna informasi oleh staf melalui transaksi elektronik.
4. Penyimpanan, pengorganisasian, dan pengiriman informasi ke pengguna melalui kanal elektronik.
Dari karakteristik diatas maka perpustakaan koleksi yang melayani pengguna secara otomatis penuh(komputerisasi), belum bisa disebut sebagai digital library. Perpustakaan disebut digital library ketika mayoritas sumberdayanya ditangani dengan menggunakan formulir elektronik melalui kanal elektronik.
Beberapa aspek yang dipertimbangkan cukup penting dalam suatu digital library. Pengumpulan dan pengolahan data adalah salah satunya, dalam hal ini data yang dikumpulkan dalam berbagai bentuk dan format oleh karena itu diperlukan pengelompokan atau pengklasifikasian data yang terkumpul. Format dan bentuk content yang terkumpul dapat berupa artikel, jurnal, white paper, presentasi, majalah on-line, e-book dalam format word, pdf, HTML, dan lain-lain. Setelah pengumpulan data selesai dilakukan maka selanjutnya adalah pengklasifikasian data. Pengelompokan sumber-sumber data ini misalnya berdasarkan nama penulisnya, nama pembicara apabila file tersebut merupakan file presentasi, berdasarkan event, berdasarkan topik dan judul ataupun berdasarkan kriteria-kriteria lainnya . Kemudian data tersebut dipadukan dalam suatu sistem database tertentu. Selain itu diperlukan juga suatu interface antara pengguna, operator, administrator dan database-nya sendiri oleh karena itu dibuat beberapa fasilitas seperti fasilitas pendaftaran, layanan informasi dan transaksi, fasilitas penelusuran data, lain-lain.
Pengembangan Digital Library
* Digital library adalah perpustakaan elektronik dimana pengguna dan penyedia informasi tersebar, tidak mengenal tempat secara fisik, dan sangat transparan.
* Tidak hanya satu tempat akses, dan tidak hanya satu tempat penyimpanan.
* Seluruh transaksi “on the fly”. Seluruh transaksi dilakukan secara online
* Akses terhadap Digital Library tidak dibatasi oleh tempat dan waktu. Bisa kapan saja dan dimana saja.
* Koleksi elektronik bertambah dengan pesat, sedangkan koleksi tercetak menurun.
* Koleksi multimedia: teks, suara, dan gambar.
Digital library dapat berupa “bagian” dari Internet. Di dalamnya menyediakan beragam layanan, diantaranya: search engines, web browser, database management system, multimedia document, dan lain-lain.
Model Dokumen di dalam Digital Library
1. Multilingual documents
2. Multimedia documents
3. Structured documents
4. Distribution collections
Koleksi Digital
Bahan-bahan koleksi yang ada di dalam suatu digital library secara garis besar terdiri dari dua macam yaitu digital material dan bahan yang didigitalisasi (digitized material). Digital material adalah koleksi yang format awalnya yang sudah dalam bentuk format digital. Oleh karena itu tidak diperlukan lagi proses digitalisasi dari content tersebut.Digitized material adalah koleksit yang format awalnya tidak dalam bentuk digital sehingga diperlukan suatu proses digitalisasi untuk mengubah format tersebut ke dalam format digital. Untuk itu diperlukan suatu tool yang berfungsi sebagai alat untuk mengubah format yang non digital ke format digital.Tetapi dalam melakukan proses didigitalisasi ini harus diperhatikan pula mengenai masalah hak cetak dan hak kepemilikan intelektual. Tidak semua penulis dan penerbit mengijinkan karya-karyanya diubah dalam bentuk digital.
* Koleksi sudah digital: formatting, streaming.
* Koleksi tercetak:
o Digitalisasi : retype, scanning, recording
o Formatting and streaming
Format atau jenis bahan-bahan koleksi dari digital library diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Text,
Format: .DOC .TXT .PDF .RTF2. Images, Format: .BMP .TIF . GIF .JPEG .WMF
3. Animation, Format: .ANI .FLI .SWF
4. Video, Format: .AVI .MOV .MPG
5. Audio, Format: .WAV .MID .SND .AUD
6. Web Pages, Format: .HTM .HTML
7. Programs, Format: .COM .EXE
copas dari https://juansyah.wordpress.com/2013/03/30/pengertian-perpustakaan-digital-digital-library-e-library/
Menghindari Overload Informasi
Dalam
penyimpanan informasi ini, manusia memiliki keterbatasan.
Pikiran kita senantiasa dipenuhi dengan citra, suara, bau, rasa dan
sentuhan.
Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana manusia menghadapi dan
menghindari
otak tidak overload dengan informasi dalam Human Computer Interaction
atau interaksi komputer dengan manusia tersebut. Langkah-langkah yang
dilakukan
untuk mengatasi overload informasi yaitu:
Nama dan icon harus
mengandung arti supaya mudah diingat.
Rancangan antarmuka dan fungsi harus konsisten untuk mudah
diingat.
Antarmuka harus
memandu dan mendorong pengguna untuk mengingatkan informasi yang telah diterimanya.
Menyusun
informasi, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu :
Jangan
menampilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi pada layar. Hal ini
menyebabkan pengguna banyak membuang waktu untuk membaca seluruh layar atau
harus menampilkan sejumlah layar untuk mencari informasi.
Jangan
menampilkan data pada layar secara acak, tetapi sebaiknya dikelompokkan dan
diurutkan dalam urutan yang tepat, sehingga memudahkan pengguna untuk mencerna
data dan mengarahkan perhatian secara cepat pada informasi yang tepat.
Informasi penting
yang butuh perhatian segera harus ditampilkan dalam tempat yang menonjol untuk
menangkap mata pengguna (misal: alarm dan pesan peringatan)
Informasi yang
kurang penting harus dialokasikan pada daerah spesifik yang tidak menonjol,
sehingga pengguna akan segera tahu dimana harus mencari jika informasi ini
diperlukan
Informasi yang jarang diperlukan (misal, fasilitas bantuan ) tidak perlu
ditampilkan, namun tetap tersedia sesuai permintaan.
copas dari https://humcomint.wordpress.com/2013/10/28/pemodelan-sistem-pengolahan/
Atensi dan keterbatasan Memori
Kapasitas otak manusia terbatas.Pikiran kita senantiasa
dipenuhi dengan citra, suara, bau, rasa dan sentuhan.Masalah yang kita hadapi
adalah bagaimana menghadapi seluruh informasi tersebut. Lebih lanjut kita ingin
menghindari agar otak tidak overload dengan informasi tersebut.Penyelesaiannya
adalah dengan menggunakan proses pemilihan perhatian atau atensi.
Demikian pula mengapa beberapa icon cenderung lebih mudah
diingat dibandingkan dengan perintah teks, dan antarmuka grafis lebih mudah
digunakan dibanding dengan sistem berbasis perintah.
Memori manusia sangat canggih. Dapat menyimpan citra sensori
secara detil sehingga kita dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan
pandangan, suara, rasa, bau dan feeling.
Memori dapat menyimpan fakta tentang dunia dan rincian
tentang bagaimana melaksanakan suatu tugas.Juga dapat menyimpan pengalaman
untuk digunakan selanjutnya. Meskipun kita dapat mengingat seluruh urutan fakta
yang tidak jelas, namun kita sering dihadapkan pada kenyataan bahwa kita tidak
dapat mengingat nama orang yang baru saja diperkenalkan. Kita sering menemukan
bahwa beberapa hal relatif mudah diingat, sementara hal yang lain sangat sulit
untuk diingat. Hal yang sama terjadi saat kita mencoba untuk mengingat
bagaimana berinteraksi dengan sistem komputer.
Beberapa operasi dapat dilakukan secara langsung dan hanya
membutuhkan usaha minimal untuk mengingatnya, sementara butuh waktu yang lama
untuk mempelajarinya dan sering sudah terlupakan segera setelah kita selesai
menggunakan. Contohnya kebanyakan kita relatif mudah untuk menggunakan kursor
mouse, dan kesulitan untuk mengingat perintah yang membutuhkan tombol kombinasi
untuk menjalankannya.
copas dari http://rudydiansyah.blogspot.com/2011/12/atensi-dan-keterbatasan-memori.html
Design Interaksi
Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris:
human–computer interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan
antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan
implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia.
Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan
elektronik. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah
serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk
berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan
balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.
Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang
berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.
Desain interaksi bisa juga
diartikan bahwa interaksi manusia dan computer merupakan suatu jenis tindakan
atau tindakan yang terjadi
antara makhluk hidup yaitu manusia dengan sebuah alat untuk digunakan sebagai
mengelola data atau sebaliknya
Komponen HCI atau desain interaksi
- Pengguna
- Interaksi, yang merupakan suatu jenis tindakan atau aksiyang terjadi sewaktu 2 or lebih ojek memiliki efek satu sama lain
- Sistem itu sendiri, merupakan bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran dan maksud.
Rasionalitas Design
Yang dimaksud dengan Rasionalitas Design Rasionalitas design (design rasionality) adalah informasi
yang menjelaskan alasan mengapa suatu keputusan dalam suatu tahap perancangan /
desain sistem komputer dibuat atau diambil, termasuk deskripsi struktural atau
arsitektural dan deskripsi fungsi atau perilakunya.
Beberapa keuntungan rasionalitas desain:
Dalam bentuk
yang eksplisit rasionaitas desain menyediakan makanisme komunikasi diantara
anggota tim desain sehingga pada tahapan desain atau pemeliharaan(
maintenance), anggota tim memahami keputusan kritis/penting mana yang telah
dibuat,alternatif apa saja yang telah
diteliti, dan alasan apa yang menyebabkan suatu alternatif dipilih diantara alternatif lain.
Akumulasi
pengetahuan dalam bentuk rasionalitas desain untuk suatu set produk dapat
digunakan kembali untuk mentransfer hal yang berhasil dalam suatu situasi ke
siatuasi yang lainnya yang mirip. Usaha yang
diperlukan untuk menghasilkan sebuah rasionalitas desain memaksa desainer untuk bersikap hati-hati
dalam mengambil suatu keputusan desain.
Pada Area
Interaksi Manusia dan Komputer, Rasionalitas Design (Design Rationale) secara
khusus memiliki arti penting untuk beberapa alasan, sebutkan beberapa alasan
tersebut.
Umumnya tidak
ada satu alternative desain yang terbaik. Desainer dihadapkan pada kondisi
trade-off antara alternatif berbeda yang
ada. Rasionalitas desain digunakan untuk mendaftar pilihan yang ada dan
mengkomunikasikan pilihan tersebut.
Meskipun
terdapat solusi yang optimal, ruang lingkupnya terlalu besar untuk langsung
dapat ditemukan. Sehingga perlu dasainer mengindikasikan semua alternatif yang telah diselidiki.
Usability
sistem interaksi sangat bergantung pada konteks penggunaannya. Memperhatikan
konteks keputusan perancangan yang dibuat akan membantu proses perancangan
sistem yang baru nantinya. Jika konteksnya sama dengan yang lama, maka
rasionalitas desain dapat di adopsi tanpa revisi, sebaliknya jika konteksnya
berubah, maka rasionalitas desain ditelaah kembali dan dihilangkan alternatif
yang tidak sesuai.
sumber :
https://ismuhardwiputra.wordpress.com/2013/05/02/soal-interaksi-manusia-dan-komputer/





