Tampilkan postingan dengan label OOP. Tampilkan semua postingan

Membuat Base Class Dan Class Untuk Program telpon Seluler


MEMBUAT BASE CLASS DAN SUB CLASS UNTUK PROGRAM TELP SELULER.EXE

1.       Buka Visual Studio 2012, New project dan pilih Form, dan masukaan kode berikut.
Public Class Form1

    Private Sub button1_click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        'hp jadul
        Dim hpjadul As New classHP

        With hpjadul
            .nama = "3310"
            .pabrikan = "Nok Yaya"
            .kirimSMS("mama minta pulsa")
        End With

        MessageBox.Show("status terahir hp" & hpjadul.nama & ":" & hpjadul.status)

        'dim hp baru
        Dim hpbaru As New ClassSmartphone

        With hpbaru
            .nama = "lumpia"
            .pabrikan = "nok yaya"
            .KirimSMS("mama minta pulsa")
            .internetan()
        End With

        MessageBox.Show("status terahir hp" & hpbaru.nama & ":" & hpbaru.status)
    End Sub
End Class


2.       Buat class baru dengan klik kanan pada PR BUAT TELEPON SELULER (nama file vb) à aad àclass, lalu beri nama class tersebut dengan nama ClassSmartPhone.vb àkemudian masukan kode dibawah ini kedalam kelas tersebut.
Public Class ClassSmartPhone
    Inherits classHP

    Public Sub internetan()
        status = "sedang internetan"
    End Sub

    Public Sub New()
        MessageBox.Show(jenis)
    End Sub
End Class




3.       Buat kelas baru lage dan beri nama classHP.vb, dan masukan kode berikut.
Public Class classHP

    Private isipesan As String
    Private m_nama As String
    Private m_pabrikan As String
    Private m_status As String

    Public ReadOnly Property jenis() As String
        Get
            Return "telepon seluler"
        End Get
    End Property

    Public Property nama() As String
        Get
            Return m_nama
        End Get
        Set(ByVal nilai As String)
            m_nama = nilai
        End Set
    End Property

    Public Property pabrikan() As String
        Get
            Return m_pabrikan
        End Get
        Set(ByVal nilai As String)
            m_pabrikan = nilai
        End Set
    End Property

    Public Property status() As String
        Get
            Return m_status
        End Get
        Set(ByVal nilai As String)
            m_status = nilai
        End Set
    End Property

    Public Sub kirimSMS(ByVal nilai As String)
        isipesan = nilai
        status = "sedang kirim sms"
    End Sub

    Public Sub talk(ByVal nilai As String)
        isipesan = nilai
        status = "sedang telponan"
    End Sub

End Class


4.       Setelah selesai  tekan start program atau tekan F5.





Selasa, 11 Juni 2013
Posted by Unknown
Tag :

Interface Pada Objek Oriented Programing

Pengertian Interface                                                                              
Interface mendefinisikan aturan perilaku (protocol of behavior) yang dapat diimplementasikan oleh kelas manapun. Interface mendefinisikan satu set method tanpa menyediakan implementasinya. Sebuah kelas yang mengimplementasi sebuah interface terikat kontrak oleh interface tersebut untuk mengimplementasi semua method yang ada di dalam interface. Dengan kata lain, kelas tersebut terikat untuk mengimplementasikan perilaku tertentu yang tertulis dalam interface. Secara substansi, interface merupakan kumpulan dari method abstrak dan konstanta.
Pada Java juga dikenal konsep interface, yang merupakan device yang digunakan untuk komunikasi antar objek berbeda yang tidak memiliki hubungan apapun. Interface bisa dikatakan sebagai protokol komunikasi antar objek tersebut.



Sifat dari Interface

Sebuah interface tidak dapat membuat implementasi satu method pun. Sebuah kelas dapat mengimplementasi beberapa interface, tetapi ia hanya dapat meng-extends satu superclass. Interface bukan merupakan bagian dari hirarki kelas. Dua kelas yang tidak berhubungan dalam jalur hirarki kelas dapat mengimplementasi interface yang sama.


Penggunaan Interface

Mendeklarasikan method yang akan diimplementasikan oleh satu atau beberapa kelas. Menunjukkan interface sebuah obyek ke publik tanpa menunjukkan isi kelas sebenarnya. Menangkap kesamaan di antara beberapa kelas tanpa perlu memasukkannya dalam hirarki kelas (superclass - subclass).
Mensimulasikan konsep pewarisan banyak kelas dengan mendeklarasikan kelas yang mengimplementasikan beberapa interface sekaligus.


contoh-contoh pembuatan interface pada visual studio 2012 
Selasa, 04 Juni 2013
Posted by Unknown
Tag :

Objeck Oriented Programing


Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur.

Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya, Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.


Konsep dasar 

  • Kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya. 
  • Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan. 
  • Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut. 
  • Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama. 
Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri. 




Bahasa Pemrograman yang mendukung OOP antara lain :







wikipedia bahasa indonesia
Posted by Unknown
Tag :

Random Post

Copyright © 2015 Mbah Second - Edited by Mbah Second - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan Metrominimalist