Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Beberapa Aturan Pembuatan DFD


mbahsecond - dalam pembuatan laporan sebuah analisis sistem biasanya para penulis khususnya para programmer sudah sangat biasa dengan yang namanya dfd, atau yang kotak-kotak trus ada garis panahnya hehe. karena buat dfd juga mudah dengan banyak tools yang bisa dimanfaatkan untuk memrancang sebuah data flow diagram menggunakan tools tersebut. tapi sebelum mulai membuat sebuah skema dfd ada baiknya mempelajari dulu sedikit tata aturan dalam dfd tersebut.

Setelah mengetahui apa itu DFD serta simbol atau notasi DFD, berikutnya adalah mengetahui aturan dalam membuat DFD apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan pada saat membuat DFD. Pada kasus ini akan digunakan notasi DFD dari DeMarco & Yourdon.

Pertama, Semua processes harus memiliki nama yang unik. Jika dua arus data (atau data stores) memiliki label atau nama yang sama, keduanya harus mengacu pada arus data (atau data store) yang sama.

Kedua, Input ke suatu proses harus berbeda dengan output dari proses

Ketiga, Suatu DFD sebaiknya tidak lebih dari tujuh proses
Keempat, Tidak ada proses yang hanya memiliki output. (Ini berarti proses menghasilkan informasi dari sesuatu yang tidak ada.). Jika suatu objek hanya memiliki outputs, maka itu haruslah sumber (source).

Kelima, Tidak ada proses yang hanya memiliki input. (Sering disebut sebagai “black hole”.) Jika suatu objek hanya memiliki input, maka itu haruslah tujuan (sink).

Keenam, Suatu proses memiliki label / nama berupa kata kerja (verb phrase).

Ketujuh, Data tidak bisa mengalir secara langsung dari satu data store ke data store lainnya. Data harus dialirkan oleh suatu proses.

Kedelapan, Data tidak bisa mengalir secara langsung dari sumber luar / outside source ke suatu data store. Data harus dialirkan oleh suatu proses yang menerima data dari source dan menempatkannya pada data store.

Kesembilan, Data tidak bisa mengalir secara langsung ke tujuan / outside sink dari suatu data store. Data harus dialirkan oleh suatu proses.

Kesepuluh, Suatu data store memiliki nama atau lebel berupa kata benda (noun phrase).

Kesebelas, Data tidak dapat mengalir secara langsung dari sumber (source) ke tujuan (sink). Data harus dialirkan oleh proses . Jika data dialirkan secara langsung dari source ke sink (dan tidak melibatkan pemrosesan) maka itu diluar lingkup sistem dan tidak ditunjukkan pada DFD.

Keduabelas, Sumber (source) dan tujuan (sink) memiliki nama atau label berupa kata benda (noun phrase).

Ketigabelas, Suatu aliran data hanya memiliki satu arah. Bisa saja memiliki dua arah diantara suatu proses dan sebuah data store untuk menunjukkan pembacaan sebelum pembaharuan (update). Untuk menunjukkan secara efektif pembacaan sebelum update, gambarkan dua aliran data yang terpisah sebab kedua langkah tersebut (read dan update) terjadi pada waktu yang berbeda.

Keempatbelas, Pencabangan pada aliran data memiliki makna data yang sama dari suatu lokasi ke dua atau lebih proses, data stores, sumber (sources) atau tujuan (sink) yang berbeda. Ini biasanya menunjukkan salinan data yang sama ke lokasi yang berbeda.

Kelimabelas, Gabungan suatu aliran data memiliki makna data yang sama datang dari dua atau lebih proses, data store, sumber (sources) atau tujuan (sinks) yang berbeda ke suatu lokasi.

Keenambelas, Suatu aliran data tidak dapat langsung kembali ke proses yang sama. Setidaknya harus ada satu proses lain yang menangani aliran data, menghasilkan beberapa aliran data lain dan kembali ke proses semula.

Ketujuhbelas, Suatu aliran data ke suatu data store memiliki makna update (bisa delete, add, atau change).

Kedelapanbelas, Suatu aliran data dari suatu data store memiliki makna mengambil atau menggunakan.

Kesembilanbelas, Suatu aliran data memiliki nama atau label berupa kata benda (noun phrase. Lebih dari satu nama data dapat dinyatakan dengan satu simbol aliran data, sepanjang data pada aliran data dialirkan bersama-sama sebagai satu kesatuan data (satu paket).



copas dari :
https://erlinwin.wordpress.com/2013/11/17/aturan-pembuatan-data-flow-diagram/


Senin, 26 Oktober 2015
Posted by Unknown

INTERNSHIP 1 - Pengajuan Proposal



Pengajuan Proposal Internship, Setelah peserta internship 1 telah mendapatkan tempat internship 1 dan mentor lapangan di perusahaan tersebut proses yang harus dilakukan adalah mengajukan proposal yang dimana judul disesuaikan dengan studi kasus yang ada di perusahaan. Proposal tersebut di kumpulkan ke prodi/jurusan langsung dan dalam bentuk jilid (sampul cover berwana putih dan halaman akhir proposal kertas jeruk berwarna putih).

Pemilihan Topik Proposal
Pemilihan topik adalah langkah awal yang menentukan kualitas Internship 1. Topik yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan waktu penyusunan Internship 1 yang tersedia, biaya, relevansi dengan kurikulum yang berlaku serta perkembangan teknologi dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan banyak berkonsultasi dengan para dosen ataupun mentor perusahaan. Dengan adanya hubungan antara dosen, mentor lapangan dan mahasiswa dalam penentuan topik Internship 1, akan memudahkan para dosen dan mentor lapangan untuk mengarahkan Internship 1, sedangkan bagi mahasiswa akan mendapatkan kemudahan dalam menentukan topik.

Syarat Topik Internsip 1
Topik Internship 1 hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a.Sudah Lulus Proyek 1, Proyek 2 dan Bebas Biaya Semester Matakuliah Internship 1 dan Tidak ada Tunggakan semester sebelumnya.
b.Topik Internship 1 harus sesuai dengan Ruang lingkup yang diberikan oleh Prodi D4 Teknik Informatika yang disesuaikan di studi kasus perusahaan.

Contohnya : Topik harus menggunakan metode , model atau yang lainya seperti DSS (Decision Sistem Support) terdiri dari TOPSIS, AHP dan lain sebagainya.

Topik Internship 1 dapat merupakan modifikasi atau penyempurnaan dari topik Intership 1 yang pernah dibuat.

c.Actual.
d.Memenuhi faktor-faktor:
- waktu dan biaya yang tersedia;
- sumber pembelajaran yang tersedia;
- dosen pembimbing yang bersedia.



sumber buku pedoman internship 1 tahun akademik 2015/2016, Program studi d4 Tekhnik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Senin, 28 September 2015
Posted by Unknown

INTERNSHIP 1


Program internship merupakan program yang dikhususkan bagi mahasiswa yang telah memiliki pengetahuan (knowledge) Program Studi D4 Teknik Informatika minimal 5 Semester. Kebutuhan untuk pemenuhan kemampuan (skill) yang dimiliki menjadi dasar dalam program internship ini. Upaya mendekatkan kurikulum yang berbasiskan kompetensi dan kebutuhan industri mendorong program ini dilakukan dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi pegawai/pekerja. Hal ini dimaksudkan untuk interpretasi knowledge yang dimiliki serta meningkatkan (enrichment) pengetahuan dalam bidang Teknik Informatika melalui praktek langsung. Harapan besar agar pengetahuan menjadi kompetensi yang unggul melalui pengenalan dan pengayaan terhadap kemampuan (skill) dalam internship ini.

Untuk memberikan kesempatan mahasiswa Politeknik Pos Indonesia dengan kesempatan sebelum terjun ke dunia kerja dalam upaya memperolah pengalaman kerja, Memfasilitasi perusahaan, Mengembangkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman diantara Politeknik Pos Indonesia dengan beberapa perusahaan yang tertarik untuk melakukan kerjasama.

Batas waktu yang ideal dalam internship adalah antara 3-4 bulan, dimana satu bulan terakhir digunakan oleh mahasiswa peserta internship untuk menyelesaikan laporan. Namun demikian peserta internship dan perusahaan dapat melakukan negosiasi tentang batas waktu tersebut dan memberitahukan kepada Politeknik Pos Indonesia.

Secara umum prosedure internship dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama mahasiswa mempersiapkan aplikasi yang ditujukan ke Kepala Program Studi atau Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan), Tahap kedua dilakukan seleksi administrasi meliputi : IPK, Konsentrasi Subjek Internship dan penilaian aspek individu. Tahap ketiga pengiriman aplikasi ke perusahaan-perusahaan rekanan. Tahap keempat penempatan sesuai dengan criteria dan kebutuhan perusahaan (dilakukan melalui test, wawancara atau secara langsung). Lebih detail untuk tahap ini dapat dilihat dalam gambar 1.

Dalam pembuatan internship 1 ini, isi laporan berupa analisis dan perancangan untuk aplikasi/alat tidak direkomendasikan. Untuk itu dalam pembuatan laporan internship 1 ini ditekankan harus lebih kompleks sehingga bisa digunakan untuk lanjutan ke internship 2 dan skripsi (Internship).

Random Post

Copyright © 2015 Mbah Second - Edited by Mbah Second - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan Metrominimalist