Tampilkan postingan dengan label Semester V. Tampilkan semua postingan

Kenali Trojan Supaya tidak Terinfeksi



Trojan horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal sebagai Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).




Cara Kerja


Trojan berbeda dengan jenis perangkat lunak mencurigakan lainnya seperti virus komputer atau worm karena dua hal berikut:

1. Trojan bersifat "stealth" (siluman dan tidak terlihat) dalam operasinya dan seringkali berbentuk seolah-olah program tersebut merupakan program baik-baik, sementara virus komputer atau worm bertindak lebih agresif dengan merusak sistem atau membuat sistem menjadi crash.

2.   Trojan dikendalikan dari komputer lain (komputer attacker).

Cara Penyebaran


Penggunaan istilah Trojan atau Trojan horse dimaksudkan untuk menyusupkan kode-kode mencurigakan dan merusak di dalam sebuah program baik-baik dan berguna; seperti halnya dalam Perang Troya, para prajurit Sparta bersembunyi di dalam Kuda Troya yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.


Kebanyakan Trojan saat ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang sering dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan lain-lain) yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang cracker untuk mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika pengguna mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang tidak dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan mengizinkan seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.
  
Jenis-Jenis Trojan

Beberapa jenis Trojan yang beredar, sesuai tujuan dari sipengirim antara lain adalah:

1.   Pencuri password

Jenis Trojan ini dapat mencari password yang disimpan di dalam sistem operasi (/etc/passwd atau /etc/shadow dalam keluarga sistem operasi UNIX atau berkas Security Account Manager (SAM) dalam keluarga sistem operasi Windows NT) dan akan mengirimkannya kepada si penyerang yang asli. Selain itu, jenis Trojan ini juga dapat menipu pengguna dengan membuat tampilan seolah-olah dirinya adalah layar login (/sbin/login dalam sistem operasi UNIX atau Winlogon.exe dalam sistem operasi Windows NT) serta menunggu pengguna untuk memasukkan passwordnya dan mengirimkannya kepada penyerang. Contoh dari jenis ini adalah Passfilt Trojan yang bertindak seolah-olah dirinya adalah berkas Passfilt.dll yang aslinya digunakan untuk menambah keamanan password dalam sistem operasi Windows NT, tapi disalahgunakan menjadi sebuah program pencuri password.



2.     Pencatat penekanan tombol (keystroke logger/keylogger)

Jenis Trojan ini akan memantau semua yang diketikkan oleh pengguna dan akan mengirimkannya kepada penyerang. Jenis ini berbeda dengan spyware, meski dua hal tersebut melakukan hal yang serupa (memata-matai pengguna).



3.   Tool administrasi jarak jauh (Remote Administration Tools/RAT)

Jenis Trojan ini mengizinkan para penyerang untuk mengambil alih kontrol secara penuh terhadap sistem dan melakukan apapun yang mereka mau dari jarak jauh, seperti memformat hard disk, mencuri atau menghapus data dan lain-lain. Contoh dari Trojan ini adalah Back Orifice, Back Orifice 2000, dan SubSeven.



4.     DDoS Trojan atau Zombie Trojan

Jenis Trojan ini digunakan untuk menjadikan sistem yang terinfeksi agar dapat melakukan serangan penolakan layanan secara terdistribusi terhadap host target.



5.   Trojan virus.

Ada lagi sebuah jenis Trojan yang mengimbuhkan dirinya sendiri ke sebuah program untuk memodifikasi cara kerja program yang diimbuhinya.



6.    Cookies Stuffing,

Ini adalah script yang termasuk dalam metode blackhat, gunanya untuk membajak tracking code penjualan suatu produk, sehingga komisi penjualan diterima oleh pemasang cookies stuffing, bukan oleh orang yang terlebih dahulu mereferensikan penjualan produk tersebut di internet.
  
Cara Preventif Terhadap Trojan
 
1.   Update Software Pelindung,

Pastikan bahwa semua perangkat lunak anti-virus dan spyware selalu up to date. Jika tidak memiliki anti-virus, Anda dapat membeli salah satu atau men-download antivirus gratis seperti Avast dan AVG.Lakukan scan menyeluruh untuk mendeteksi, mengisolasi, dan menghapus semua file berbahaya.



2.   Periksa Background Program.

Klik “control”, “alt” dan “delete” secara bersamaan untuk membuka task manager. Di sini Anda bisa melihat semua program yang berjalan pada komputer di background (latar belakang).  Jika Anda melihat ada program aneh yang terbuka padahal Anda tidak melakukan apapun, segera tulis dan lakukan penyelidikan. Jika program tersebut bukan merupakan bagian dari sistem operasi dan Anda tidak merasa menginstal, segera hapus.

Caranya, buka control panel dan pilih “add/delete” program. Cari program mencurigakan yang telah dicatat sebelumnya dan segera hapus.



3.   Memilih situs yang benar-benar bisa dipercaya, jangan asal download diwebsite yang gak jelas.


4.   Waspada dengan file-file yang hide atau punya ekstensi hide.

  

5.    Memformat Hardrive. 

Jika semua upaya untuk mengisolasi atau menghapus Trojan gagal, ada kemungkinan Anda perlu memformat hardrive (harddisk).Memformat berarti akan menghapus semua file dalam komputer.
 




 

Sabtu, 24 Januari 2015
Posted by Unknown

Simulasi Menggunakan Promodel : kasus proses pengolahan kopi


Pada postingan kali ini akan dibuat simulasi mengenai proses pengolahan kopi, dengan menggunakan aplikasi promodel. dan untuk simulasinya menggunakan tekhnik combine. dengan mengunakan tekhnik ini bisa diasumsikan akan mengkombine sebuah limit data yang dapat ditampung dalam 1 location yang kemudian apabila sudah mencukupi target yang telah ditentukan akan langsung menuju ke proses selanjutnya.

Untuk lebih jelaskan berikut penjabaran kasus simulasi yang akan dibuat.

Dalam proses penjemuran nya sendiri memiliki kapasitas 20

Mesin penggilingan memiliki kapasitas 5

Dan untuk proses packing  nya sendiri memiliki kapasitas 20

Setelah  itu kopi yang telah dipacking kemudian akan didistribusi secara
  eksponensial. Ke seluruh customer.

Pada penjemuran, kopi dijemur hingga kering sehingga kadar airnya berkurang.
   Dalam proses
   ini memakan waktu U(1,0.5)

Proses penggilingan kopi menggunakan mesin penggiling  khusus 
   membutuhkan waktu yang  terdistribusi  normal U(20,10).

Kopi yang sudah digiling kemudian menuju bagian packing, dalam packing ini 
   kopi akan disesuaikan  kebuthan perusahaan untuk ukurannya. Dan apabila  
   sudah mencapai 20 packing maka akan langsung disistribusikan kepada  
   konsumen. Dan dalam proses ini memakan waktu WAIT U(2,1)

Sesudah pengecekan kotak dimasukkan ke dalam truk yang ada kemudian
   langsung dikirim

Simulasikan model tersebut selama 48 jam.
jadi pada kasus sebuah perusahaan minuman kopi memproses kopi mentah menjadi kopi siap konsumsi. Maka akan dicari.
- Time dalam proses

- Output

- Cost
untuk memulai membuat simulasi buka aplikasi promodel, jadi simulasi yang akan dibuat seperti berikut

langkah pertama buat lokasi,

buat  8 lokasi, dengan cara memilih menu build lalu location (ctrl+L) dan sesuaikan pada gambar.
1. incoming
2. penjemuran_q, pada tab grapichs pilih conve/queue. lalu drag kedalam layout. tentukan panjangnya
    dengan double klik kemudian pilih queue.(disini menggunakan 50feet)
3. penjemuran,
4. penggilingan_q, pada tab grapichs pilih conve/queue. lalu drag kedalam layout. tentukan panjangnya
    dengan double klik kemudian pilih queue. (50 feet).
5. mesing_penggilingan, 
6. packing_q, pada tab grapichs pilih conve/queue. lalu drag kedalam layout. tentukan panjangnya
    dengan double klik kemudian pilih queue.
7. packing.
8. disribusi_q,
9. disribusi, (icon bisa disesuaikan) 

note : 
untuk menampilkan text, klik location yangakan ditampilkan text, kemudian uncek pada grapichs lalu pilih text (1). selanjutnya klik pada location dibagian layout.

untuk menampilkan counter, klik location yangakan ditampilkan text, kemudian uncek pada grapichs lalu pilih couter (2). selanjutnya klik pada location dibagian layout.





Langkah kedua membuat Entitas

buat entitas dengan memilih menu build lalu pilih entitas (CTRL +E). baut sesuai pada gambar.


untuk bisa membuat entitas, bisa langsung klik pada menu entitas, kemudian sesuaikan iconnya dan juga namanya. buat 3 entitas
1. kopi_basah
2. kopi_kering
3. kopi_bubuk

untuk tahap selanjutanya akan dibuat arrival dan juga process dan akan dibahas pada postingan selanjutnya, soalnya lagi buru-buru nih :D 

file nya bisa didownload kok :D disini

Jumat, 23 Januari 2015
Posted by Unknown

Pentingnya Softskill dalam Dunia Kerja



Soft skills adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang "EQ" (Emotional Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. Soft melengkapi keterampilan keterampilan keras (bagian dari seseorang IQ), yang merupakan persyaratan pekerjaan pekerjaan dan banyak kegiatan lainnya. Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.

Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri,  dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya,  kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.

Jadi softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas.
Menurut mantan Dirut perusahaan konsultan global McKinsey and Company, Don Watters, sekarang ini pemberi kerja cenderung untuk mencari lebih dari nilai yang impresif dan pengetahuan mengenai teori bisnis. Mereka mencari orang yang memiliki soft skill. Ia juga berkata bahwa faktanya lulusan terbaik MBA tidak selalu menjadi manajer yang terbaik dan tersukses.



PENTINGNYA MEMILIKI SOFT SKILL DALAM DUNIA KERJA

Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill. 

Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill, bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?, kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya. 

Jika berkaca pada realita di atas, pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Sayangnya, tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja, tetapi juga bagi pendidik.
Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal. 

Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill.
 a.  Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skill ( improvement, self control, trust, worthiness, time/source management, proactivity, conscience).

b.  Interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skill (leadership,influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)

Pada proses rekrutasi karyawan, kompetensi teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Interpretasi hasil psikotes, meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan ‘the right person in the right place’.

Hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill, apapun posisi karyawannya. Di kalangan para praktisi SDM, pendekatan ala hard skill saja kini sudah ditinggalkan. Percuma jika hard skill oke, tetapi soft skillnya buruk. 

Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill, seperi team work, kemampuan komunikasi, dan interpersonal relationship, dalam job requirementnya. Saat rekrutasi karyawan, perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. Alasannya sederhana : memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi „ Recruit for Attitude, Train for Skill“. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa : hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja, namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skillnya yang baik. Psikolog kawakan, David McClelland bahkan berani berkata bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda dunia adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill.
 

Contoh-Contoh Softskill
Berikut ini adalah contoh Softskill :
1.     Kemampuan Berkomunikasi
Komunikasi secara umum didefinisikan sebagai "menanamkan atau pertukaran pikiran, pendapat, atau informasi melalui pidato, menulis, atau tanda-tanda". Meskipun ada yang namanya komunikasi satu arah, komunikasi dapat dirasakan lebih baik sebagai proses dua arah yang di dalamnya ada pertukaran dan perkembangan pikiran. Komunikasi adalah dasar yang paling kuat dalam interaksi di setiap lingkungan seperti sekolah, kampus dan sebagainya.

2.     Manajemen Konflik
Sebagai mahasiswa akan sangat diperlukan kemampuan dalam menangani masalah yang sering muncul dalam setiapa aspek kehidupan.

3.     Kemampuan Bekerja Sama Dengan Team
Ternyata kemampuan ini sangat besar andilnya dalam lingkungan kerja. Banyak diantara mahasiswa yang cenderung berpikir bisa bekerja sendiri tanpa melibatkan oranglain padahal pemahaman ini sangat salah. Di lingkungan kampus kemampuan ini diasah melalui kerja kelompok.

4.    Pengambilan Keputusan
Dalam kondisi yang mendesak kemampuan ini sangat diperlukan. Untuk kondisi tertentu kemampuan ini harus dibuat walaupun terkadang mengesampingkan prosedur atau aturan yang baku yang telah disepakati bersama. Contohnya dalam bidang kedokteran menyelamatkan ibu atau bayinya

5.     Negoisasi
Negosiasi adalah suatu dialog dimaksudkan untuk menyelesaikan perselisihan, untuk menghasilkan kesepakatan atas tindakan, untuk tawar-menawar untuk keuntungan individual atau kolektif, atau hasil kerajinan untuk memuaskan berbagai kepentingan. Ini adalah metode utama alternatif penyelesaian sengketa.


Tentang Softskill.

Hasil penelitian menunjukkan , justru soft skill yang menentukan kesuksesan seseorang dalam kepemimpinan suatu bisnis. Seperti artikel pada CPA Journal yang mengemukakan bahwa 20% kesuksesan seseorang diperkirakan berasal dari intelegensia yaitu kemampuan untuk belajar dan memahami. Sementara itu, 80% sisanya berasal dari kemampuan untuk memahami diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.

Ada pelajaran menarik dari buku Lesson from The Top karya Neff dan Citrin (1999). Pada tahap pertama, penulis buku itun meminta kepada sekitar 500 orang (CEO dari berbagai perusahaan, LSM, dan dekan/rektor perguruan tinggi) agar menominasikan 50 nama orang yang dianggap tersukses di AS. Mereka antara lain Jack Welch (General Electric), Bill Gates (Microsoft), Andy Grove (Intel), Lou Gerstner (IBM), Michael Dell (Dell Computer), Mike Armstrong (AT&T), John Chambers (Cisco System), dan Frederick Smith (Federal Express).

Tahap berikutnya, penulis buku itu mewawancarai 50 orang terpilih tersebut. Selain memuat hasil wawancara, buku itu juga menampilkan satu bab simpulan yang memuat 10 kiat sukses yang menurut 50 orang tersebut paling penting.

Sepuluh kiat sukses itu, kebanyakan menyebutkan pentingnya memiliki keterampilan lunak sebagai syarat sukses di dunia kerja. Mereka juga sepakat, yang paling menentukan kesuksesan bukanlah keterampilan teknis, melainkan kualitas diri yang termasuk dalam kategori soft skills atau keterampilan berhubungan dengan orang lain (people skills).

Beberapa kiat sukses orang sukses berdasarkan softskill yang dikembangkan adalah:

1.    Nafsu yakni unsur dalam kecerdasan emosional yang merupakan kiat sukses, yang meliputi gairah atau semangat membara.

2.   Intellegence quotient thinking (IQ). Indikatornya kemampuan menghitung, menganalisis, mendesain, berwawasan, berpengetahuan luas, membuat model, dan kritis. Ketiga, kemampuan berkomunikasi dalam mengembangkan/ membangkitkan diri dan mengembangkan orang lain. Keempat, kesehatan dan energi tinggi, meliputi kemampuan menjaga stamina fisik dan kesehatan organ-organ tubuh.

 3.  Kecerdasan spiritual. Kecerdasan itu di AS masih menduduki urutan tinggi dalam mendukung sukses. Kecerdasan spiritual mampu menjawab untuk apa dia hidup, mau ke mana setelah hidup, dan apa yang ditargetkan setelah kehidupan ini. 


Kesimpulan

Jadi kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Karna pada proses rekrutasi karyawan, kompetensi teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Interpretasi hasil psikotes, meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan



 


Sumber

Arum. (4 November 2013). Pentingnya Softskill Dalam Dunia Kerja. Diperoleh 10 November 2014, dari http://businesslounge.co/2013/11/04/pentingnya-soft-skill-dalam-dunia-kerja/

Meylani P Putri. (6 Januari 2011). Pentingya Softskill Dalam Dunia Kerja. Diperoleh 10 November 2014 dari  http://putrimeylaniep.blogspot.com/2011/01/pentingnya-memiliki-soft-skill-dalam.html

Ardiansyah Amoedy Reza. (09 September 2014). Pengertian Softskill Penjelasannya. Diperoleh  10 November 2014, dari http://hiddengrazz.blogspot.com/2010/09/pengertian-softskill-penjelasannya.html





Senin, 01 Desember 2014
Posted by Unknown

Random Post

Copyright © 2015 Mbah Second - Edited by Mbah Second - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan Metrominimalist