Tampilkan postingan dengan label Web Service. Tampilkan semua postingan
Perbedaan Web Aplikasi dengan Web Service
Webserver atau web aplikasi
Webserver atau web aplikasi adalah sebuah perangkat
lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang
dikenal dengan WebBrowser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk
halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML atau PHP.
Webserver yang terkenal diantaranya :
- Apache, Apache merupakan webserver multi-platform
- Microsoft Internet Information Service (IIS), sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows
contoh aplikasi dari webserver yang sering digunakan adalah
:
- Xamp
- Wamp
- Vertrigo
- Apache Server
- dll
Sebuah jejaring setara dengan
metode dalam java yang memiliki wrapper web di sekitarnya. Ia hidup di server
dan dapat dikirim data / tanya dll dan mungkin atau mungkin tidak kembali
hasilnya. Itu tidak memiliki front end hanya dapat diakses melalui http get,
put, menghapus atau lainnya.
Dan Sebuah Aplikasi web adalah
bagian yang berfungsi penuh dari perangkat lunak yang hidup pada memutuskan
yang dirancang untuk membantu orang mencapai tugas. Ini akan memiliki front end
yang akan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan itu / memasukkan data
dan lain-lain. Sebuah aplikasi web dapat menggunakan beberapa web services
untuk mencapai hasil tujuan / akhir.
Webservice
Webservice adalah sebuah fungsi
(service) dari sebuah OS (Operating System) yang mampu menangani berjalannya
webserver dan aplikasi-aplikasi web secara umum. sebuah fungsi webservice yang
menguntungkan adalah komputer yang kita pasang sebagai server bisa diakses dari
luar jaringan dengan syarat mempunyai IP publik dan koneksi internet tentunya.
Web service adalah sebuah sofware
aplikasi yang tidak terpengaruh oleh platform, ia akan menyediakan
method-method yang dapat diakses oleh network. Ia juga akan menggunakan XML
untuk pertukaran data, khususnya pada dua entities bisnis yang berbeda.
Kapan Kita Gunakan Web Services ?
Web Services itu digunakan saat
kita akan mentransformasi sebuat bisnis logik / sebuah class dan object yang
terpisah dalam 1 ruang lingkup yang menjadi satu, sehingga tingkat keamanan dan
security dapat di tangani dengan baik. Selain itu Web Service juga lebih mudah
dalam process deploymentnya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam
sistem operasi. Web Service cukup diupload ke Web Server dan siap diakses oleh
pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi. Web Service berjalan di port 80
yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian mengurangi resiko
terblokir oleh firewall. Kendala arsitektur COM/DCOM adalah memerlukan
konfigurasi khusus di sisi firewall, dan
ini tidak perlu dilakukan untuk mengakses Web Service.
Beberapa vendor luar negeri mulai
berkolaborasi satu sama lain dengan konsep web services , diantaranya : IBM,
Microsoft , SUN , ORACLE Diantaranya contoh web services yang sudah jadi dan
dipakai adalah web services keluaran Microsoft ( Microsoft Passport ) – web
services untuk user name dan password yang sudah dipasang di web site Microsoft dan HOTMAIL.
Apa bedanya web service dengan website ?
Sekilas bagi beberapa orang
pertanyaan tersebut akan dimunculkan ketika pertama kali kita mendengar istilah
web service. Dari pertanyaan ini jawabannya adalah dua hal tersebut memang
berbeda adanya. Jika dilihat dari segi tampilan, website berisi desain dan
tampilan yang menarik, sedang web service tidak memiliki tampilan yang bagus.
Gambar, video, suara, animasi dapat dilihat tampilannya dalam sebuah website,
sedangkan di dalam web service hal-hal tersebut tidak akan dijumpai.
Penerapan Web service
memungkinkan terjadinya interoperabilitas dimana beberapa aplikasi yang berbeda
bahasa pemrograman dan platform sistem operasi saling berkomunikasi dan
bertukar informasi. Web service dapat digunakan untuk beragam aplikasi dan
keperluan.
Jika diartikan sepintas lalu web
service berarti layanan web. Apa layanan yang diberikan oleh web tersebut? Di
dalam sebuah web service terdapat sekumpulan fungsi atau prosedur (dalam
paradigma pemrograman prosedural), atau sekumpulan method (dalam paradigma
pemrograman berorientasi objek). Fungsi/method tersebut dapat anda panggil
melalui apalikasi apapun yang anda kembangkan.
WEB SITE
· Memiliki web interface
·
Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan user
·
Dibuat untuk bekerja pada web browser.
WEB SERVICES
·
Tidak memiliki interface yang bagus
·
Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan
applikasi yang lain baik beda OS / Konsep sekalipun.
·
Dibuat untuk bekerja pada semua tipe client
applikasi / perangkat device
Sumber :
- Bahan ajar matakuliah WebService Semester IV
- http://hamdani.blog.ugm.ac.id/2011/07/15/apa-itu-web-service/
Perbedaan SOAP WSDL Dan REST RESTFUL
1. Sejarah SOAP WSDL Dan REST RESTFUL
A.
WSDL
Sejarah tentang
perkembangan webservice tidak lepas dari perkembangan sejarah dari SOAP WSDL,
dan sejarah perkembangannnya WSDL 1.0 (September 2000) telah dikembangkan oleh
IBM, Microsoft, dan Ariba untuk mendeskripsikan Web Service untuk toolkit SOAP.
Dikembangkan dengan mengkombinasikan bahasa deskripsi service: NASSL (Network
Application Service Spesification Language) dari IBM dan SDL (Service
Description Language) dari Microsoft. WSDL 1.1 dirilis tahun 2001, merupakan
formalisasi dari WSDL 1.0. Tidak ada perubahan besar yang diperkenalkan antara
versi 1.0 dan 1.1. WSDL 1.2 (Juni 2003) merupakan draf kerja W3C, tetapi
menjadi WSDL 2.0. Menurut W3C, WSDL 1.2 lebih mudah dan lebih fleksibel untuk
para developer daripada versi sebelumnya. WSDL 1.2 berupaya untuk menghapus
fitur non-interoperable dan juga mendefinisikan binding HTTP 1.1 secara lebih
baik. WSDL tidak didukung oleh kebanyakan server/vendor SOAP.
WSDL menyediakan
sebuah kamus XML untuk menjabarkan detail-detail ini. WSDL digunakan di mana
skema XML tidak digunakan lagi dengan menyediakan jalur pesan-pesan grup
menjadi operasi-operasi dan operasi-operasi menjadi antarmuka. Ini juga
menyediakan jalur untuk medefinisikan binding-binding untuk setiap antamuka dan
kombinasi protokol sepanjang alamat titik akhir utnuk setiap kalinya. Definisi
WSDL yang lengkap terdiri dari seluruh informasi yang dibutuhkan untuk meminta
web service. Pengembang yang mau mempermudah yang lain untuk mengakses
service-servicenya harus menyediakan defisi-definisi WSDL. WSDL memainkan
peranan penting pada seluruh arsitektur web service semenjak menjabarkan
kontrak lengkap pada komunikasi aplikasi (sama seperti peran IDL pada
arsitektur DCOM). Walaupun teknik-teknik lain untuk menjabarkan Web service
ada, WS-I Basic Profile Versi 1.0 memadati penggunaan WSDL dan skema XML untuk
menjabarkan web service. Ini membantu untuk memastikan interoperbilitas pada
layer deskripsi servis.
Karena WSDL adalah
mesin yang dapat dibaca (misalnya hanya file XML), tool-tool dan infrastruktur
dan dengan mudah dibuat seputar ini. Saat ini pengembang-pngembang dapat
definisi-definisi WSDL untuk membangun kode yang tahu dengan tepat bagaimana
berinteraksi dengan web service yang menjabrkan. [1]
B. REST
Dan untuk perkembangan
rest sendiri dalam kurun waktu beberapa tahun ini kita melihat perkembangan
teknologi web service, tetapi popularitas SOAP tetap tidak berkurang.
Arsitektur internet datag dengan argumen
yang bagus untuk menekan soap di sisi
yang lain: ada metode yang lebih baik untuk membangun web service dalam bentuk
Representational State Transfer (REST).
REST lebih kepada
filosofi lama, ketimbang sebuah teknologi yang baru. Tetapi dalam kenyataannya
datang kemudian dalam teknologi. Sedangkan SOAP nampak seperti lompatan baru ke
fase selanjutnya dalam pengembangan internet dengan sekumpulan spesifikasi
baru, filosofi REST mendukung bahwa prinsip dan protokol yang sudah ada di Web
cukup untuk membuat web servide yang kuat (robust). Hal ini berarti bahwa
developer yang mengerti HTTP dan XML dapat mulai membangun web service tanpa
membutuhkan toolkit di belakang apa yang biasanya digunakan dalam pengembangan
aplikasi internet. [2]
2.
Perbedaan SOAP WSDL
Dan REST RESTFUL
1.
SOAP WSDL
·
Bahasa, platform, dan transport agnostic
·
Dirancang untuk menangani lingkungan komputasi terdistribusi
·
Merupakan standar yang berlaku untuk web servis, sehingga mempunyai
dukungan yang lebih baik dari standar yang lain (WSDL, WS-*) dan tools dari
berbagai vendor
·
Built-in error handling (faults)
·
Secara konseptual lebih sulit, lebih "heavy-weight" dibanding
REST
·
Lebih "verbose" (membutuhkan lebih banyak pernyataan/kode
program)
·
Sulit untuk dikembangkan, mebutuhkan tools
2.
REST
·
Bahasa dan platform agnostic
·
Lebih sederhana/simpel untuk dikembangkan ketimbang SOAP
·
Mudah dipelajari, tidak bergantung pada tools
·
Ringkas, tidak membutuhkan layer pertukaran pesan (messaging) tambahan
·
Secara desain dan filosofi lebih dekat dengan web
·
Mengasumsi model point-to-point komunikasi - tidak dapat digunakan untuk
lingkungan komputasi terdistribusi di mana pesan akan melalui satu atau lebih
perantara
·
Kurangnya dukungan standar untuk keamanan, kebijakan, keandalan pesan,
dll, sehingga layanan yang mempunyai persyaratan lebih canggih lebih sulit
untuk dikembangkan ("dipecahkan sendiri")
·
Berkaitan dengan model transport HTTP
3.
Pengaplikasian WSDL
Dan REST RESTFUL
Dalam pengaplikasisan wsdl dan juga juga rest, banyak perusahaan besar
yang menggunakan metode web service ini, contohnya saja dalam teknologi
internet yaitu google yang menggunakan SOAP pada aplikasi-aplikasi Enterprise
untuk mengintegrasikan penggunaan yang lebih luas dan banyak aplikasi dan tren
yang lain adalah mengintegrasikan dengan legacy system (sistem lama yg sudah
ada sebelumnya). Dalam internet, Google selalu konsisten dalam
mengimplementasikan web service mereka menggunakan SOAP google dapat bisa
mengintegrasi seluruh jaringan yang mengakses nya diseluruh dunia.
4.
Tren ke depan
berkaitan dengan mobile dan security
Dalam mobile rest dan
juga wsdl dapat mempermudah dalam pengoperasian aplikasi mobile karena selalu
memerlukan web service dalam pernggunaanya. Dalam kedepannya masalah security
yaitu pada SOAP menegaskan bahwa untuk mengirimkan remote procedure calls (RPC)
melalui port standar HTTP adalah cara yang baik untuk memastikan dukungan web
service melalui aturan-aturan yang ada. Namun, para pendukung REST berpendapat
bahwa praktik tersebut adalah sebuah kekurangan utama yang membahayakan
keamanan jaringan. Panggilan-panggilan REST juga dapat melalui HTTP atau HTTPS,
tetapi dengan REST, administrator (firewall) dapat membedakan maksud dari setiap
pesan dengan menganalisis perintah HTTP yang digunakan saat request. Sebagai
contoh, request GET selalu dianggap aman karena ia tidak dapat, menurut
definisi, memodifikasi data apapun. Dan itu hanya dapat meng-query kan data.
Request SOAP secara
tipikal akan menggunakan POST untuk mengkomunikasi dengan service yang
diberikan. Dan tanpa melihat envelope SOAP (tugas yang digunakan untuk
mengkonsumsi keduanya dan tidak disertakan pada kebanyakan firewall) tidak ada
cara untuk mengetahui apakah request tersebut hanya ingin meng-query data atau
menghapus seluruh tabel dari database.
Adapun untuk
otentikasi dan otorisasi, SOAP menempatkan beban pada pengembang aplikasi.
Metodologi REST tidak memperhitungkan fakta bahwa web server sudah memiliki
dukungan untuk tugas-tugas tersebut. Melalui penggunaan sertifikat standar
industri dan sistem manajemen identitas umum, seperti server LDAP,
developer-developer dapat membuat layer jaringan melakukan langkah berat.
Ini tidak hanya
memudahkan para developer, tetapi juga memudahkan administrator, yang dapat
menggunakan sesuatu semudah file ACL untuk mengontrol web service layaknya
menggunakan URI yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
[1] http://id.wikipedia.org/wiki/WSDL
[2] http://s4nbao.blogspot.com/2013/01/rest-api.html
SOAP WSDL
Sejarah
tentang perkembangan webservice tidak lepas dari perkembangan sejarah dari SOAP
WSDL, dan sejarah perkembangannnya WSDL 1.0 (September 2000) telah dikembangkan
oleh IBM, Microsoft, dan Ariba untuk mendeskripsikan Web Service untuk toolkit
SOAP. Dikembangkan dengan mengkombinasikan bahasa deskripsi service
1. SOAP
a a)
Sejarah
SOAP
Sejarah
tentang perkembangan webservice tidak lepas dari perkembangan sejarah dari SOAP
WSDL, dan sejarah perkembangannnya WSDL 1.0 (September 2000) telah dikembangkan
oleh IBM, Microsoft, dan Ariba untuk mendeskripsikan Web Service untuk toolkit
SOAP. Dikembangkan dengan mengkombinasikan bahasa deskripsi service: NASSL
(Network Application Service Spesification Language) dari IBM dan SDL (Service
Description Language) dari Microsoft. WSDL 1.1 dirilis tahun 2001, merupakan
formalisasi dari WSDL 1.0. Tidak ada perubahan besar yang diperkenalkan antara
versi 1.0 dan 1.1. WSDL 1.2 (Juni 2003) merupakan draf kerja W3C, tetapi menjadi
WSDL 2.0. Menurut W3C, WSDL 1.2 lebih mudah dan lebih fleksibel untuk para
developer daripada versi sebelumnya. WSDL 1.2 berupaya untuk menghapus fitur
non-interoperable dan juga mendefinisikan binding HTTP 1.1 secara lebih baik.
WSDL tidak didukung oleh kebanyakan server/vendor SOAP.
WSDL
menyediakan sebuah kamus XML untuk menjabarkan detail-detail ini. WSDL
digunakan di mana skema XML tidak digunakan lagi dengan menyediakan jalur
pesan-pesan grup menjadi operasi-operasi dan operasi-operasi menjadi antarmuka.
Ini juga menyediakan jalur untuk medefinisikan binding-binding untuk setiap
antamuka dan kombinasi protokol sepanjang alamat titik akhir utnuk setiap
kalinya. Definisi WSDL yang lengkap terdiri dari seluruh informasi yang
dibutuhkan untuk meminta web service. Pengembang yang mau mempermudah yang lain
untuk mengakses service-servicenya harus menyediakan defisi-definisi WSDL. WSDL
memainkan peranan penting pada seluruh arsitektur web service semenjak
menjabarkan kontrak lengkap pada komunikasi aplikasi (sama seperti peran IDL
pada arsitektur DCOM). Walaupun teknik-teknik lain untuk menjabarkan Web
service ada, WS-I Basic Profile Versi 1.0 memadati penggunaan WSDL dan skema
XML untuk menjabarkan web service. Ini membantu untuk memastikan interoperbilitas
pada layer deskripsi servis.
Karena WSDL adalah mesin yang dapat dibaca
(misalnya hanya file XML), tool-tool dan infrastruktur dan dengan mudah dibuat
seputar ini. Saat ini pengembang-pengembang dapat definisi-definisi WSDL untuk
membangun kode yang tahu dengan tepat bagaimana berinteraksi dengan web service
yang menjabrkan.
b)
KONSEP
SOAP
SOAP
singkatan dari Simple Object Access Protocol. SOAP adalah protokol untuk
pertukaran informasi dengan desentralisasi dan terdistribusi. SOAP dibangun
dengan menggunakan protokol komunikasi HTTP. Karena HTTP didukung oleh semua
browser dan server, maka SOAP dapat berkomunikasi dengan berbagai aplikasi
meskipun terdapat perbedaan sistem operasi, teknologi, dan bahasa
emrogramannya. Dan dalam system Osi Layer SOAP berada pada lapisan Transport
Peran
SOAP di dalam teknologi web service adalah sebagai protokol pemaketan untuk
pesan-pesan (messages) yang digunakan secara bersama oleh aplikasi-aplikasi
penggunanya. Spesifikasi yang digunakan tidak lebih seperti sebuah amplop biasa
berbasis XML untuk informasi yang ditransfer, serta sekumpulan aturan bagi
translasi aplikasi dan tipe-tipe data platform yang spesifik menjadi bentuk
XML. Desain bentuk dari SOAP membuatnya cocok untuk berbagai pertukaran pesan
pada aplikasi.
c c)
Struktur
Pesan SOAP
Sebuah pesan SOAP adalah
sebuah dokumen XML yang berisi elemen-elemen berikut:
•
Envelope element yang mengidentifikasi dokumen XML sebagai sebuah pesan SOAP.
•
Elemen header yang berisi informasi header. Elemen ini bersifat opsional.
•
Elemen body yang berisi panggilan dan merespon informasi.
•
Fault element yang berisi pesan kesalahan yang terjadi pada waktu proses.
Elemen ini opsional.
a
d)
SOAP
Message Transmision
Transmisi
pesan SOAP melibatkan:
• SOAP Sender, membuat dan mengirimkan pesan
kepada SOAP receiver
• SOAP
Intermediaries, suatu perantara SOAP bersifat optional untuk menangkap pesanantara pengirim dan penerima. Pada bagian ini dapat dilakukan logging, catching dll
• SOAP Receiver, tujuan pesan dari pengirim.
Dari
gambar di atas terlihat bahwa arsitektur umum
•
Sender atau Client
•
Receiver atau Service provider
untuk
berkomunikasi klien harus mengetahui beberapa informasi
•
Lokasi webservices Server
•
Fungsi yang tersedia, signature parameter dan tipe return nya.
•
komunikasi protokol
•
Format input output
Service
provider akan membuat file XML standar yang mengkover kebutuhan di atas.Jika
file ini diberikan pada klien maka klien dapat mengakses web services.
disebut
Web Service Description Language.
a e)
WSDL
Web
Services Description Language (WSDL) adalah format XML untuk semua informasi
yang dibutuhkan untuk Service. Deskripsi service memiliki dua komponen utama:
Functional Description
Mendefinisikan rincian tentang bagaimana Web
Service dipanggil, di mana service dipanggil. Berfokus pada rincian sintaks
pesan dan bagaimana mengkonfigurasi protokol jaringan untuk memberikan pesan.
Nonfunctional
Description
Memberikan rincian sekunder untuk pesan
(seperti sebagai security policy), diperlukan instruksi tambahan pada header
SOAP. Karena WSDL merupakan XML maka baik user (manusia) maupun mesin dapat
membacanya dengan mudah. Dengan menggunakan file WSDL maka Anda akan memahami :
o
Port / Endpoint – URL dari web service
o
Input message format
o
Output message format
o
Security protocol yang harus diikuti
o
Protocol yang web service gunakan
a. a. Struktur
dokumen WSDL
Sebuah Dokumen WSDL adalah
kumpulan definisi dengan root elemen tunggal.
Layanan dapat didefinisikan
dengan menggunakan elemen XML berikut:
o
Types, seperti tipe data
o
Message, seperti methods
o
PortType, seperti Interfaces
o
Binding, seperti cara pengikatan Encoding
Scheme
o
Port, seperti URL
o
Service, seperti banyak URLs
Ø PortType Element
Definisi:
Elemen portType menggambarkan interface pada
webservice
• Sebuah Dokumen WSDL dapat berisi nol atau
banyak portType
• Elemen portType berisi satu nama atribut.
• Konvensi penamaan nameOfWebService PortType
• PortType berisi satu atau
lebih elemen operasi, dengan nama atribut dapat berisi input, output dan fault
elemen
contohnya :
|
<!-- Port Type
Definition Example -->
<portType
name="weatherCheckPortType">
<operation
name="checkTemperature">
<input
message="checkTemperatureRequest"/>
<output
message="checkTemperatureResponse"/>
</operation>
<operation
name="checkHumidity">
<input
message="checkHumidityRequest"/>
<output
message="checkHumidityResponse"/>
</operation>
</portType>
|
Ø Message Element
Definisi:
Message adalah kumpulan bagian argumen.
• Sebuah dokumen WSDL dapat berisi nol atau
banyak elemen pesan
• Setiap elemen pesan dapat
digunakan sebagai input, output atau fault message dalam suatu
operasi.
• Jenis atribut bagian dapat
berupa tipe data standar dari XSD Schema atau ditetapkan oleh pengguna.
Contohnya
|
<!-- Message
Definitions -->
<message
name="checkTemperatureRequest">
<part
name="location" type="xsd:string">
</message>
<message
name="checkTemperatureResponse">
<part
name="result" type="xsd:double">
</message>
<message
name="checkHumidityRequest">
<part name="location"
type="xsd:string">
</message>
<message
name="checkHumidityResponse">
<part
name="result" type="ns:HummidityType"
</message>
|
Ø Types Element
Tipe custom user data dapat didefinisikan
dengan cara yang abstrak.
• Tipe default di WSDL adalah XML Schema
(XSD)
• Sebuah dokumen WSDL dapat memiliki paling
banyak satu elemen jenis.
• Unsur jenis dapat berisi simpleType atau
complexType.
• Pada elemen-elemen tingkat
terendah, elemen didefinisikan dengan nama dan
jenis atribut.
Contohnya
<!-- Type Definitions
-->
<types>
<xsd:schema
targetNamespace="http://weather.com/ns"
xmlns:xsd="http://www.w3.org/2001/XMLSchema">
<xsd:complexType
name="HumidityType">
<xsd:sequence>
<xsd:element
name="loc" type="xsd:string">
<xsd:element
name="humd" type="xsd:double">
<xsd:element
name="temp" type="xsd:double">
</xsd:sequence>
</xsd:complexType>
</xsd:schema>
</types>
|
Ø Binding Element
Definisi
:
Binding elemen menentukan pada service
requester tentang bagaimana membuat
pesan untuk protokol tertentu. Setiap
portType dapat memiliki satu atau lebih elemen yang terkait. Untuk portType
yang telah ditentukan, elemen yang mengikat harus menentukan pesan dan pasangan
transportnya. (SOAP / HTTP, SOAP / SMTP, dll).
contohnya
<binding
name="WeatherBinding" type="weatherCheckPortType">
<soap:binding
style="rpc"
transport="http://schemas.xmlsoap.org/soap/http" />
<operation
name="checkTemperature">
<soap:operation
soapAction="" />
<input>
<soap:body
use="encoded" namespace="checkTemperature"
encodingStyle="http://schemas.xmlsoap.org/soap/encoding/" />
</input>
<output>
<soap:body
use="encoded" namespace="checkTemperature"
encodingStyle="http://schemas.xmlsoap.org/soap/encoding/" />
</output>
</operation>
</binding>
|
Ø Port Element
Port
element menentukan alamat network dari web service
•
Terdapat sebuah protokol, alamat khusus pada elemen terkait
•
Port harus bernama dan unik pada dokumen
Contohnya
:
|
<port
name="WeatherCheck"
binding="wc:WeatherCheckSOAPBinding">
<soap:address
location="http://host/WeatherCheck"/>
</port>
|
Ø Service Element
Elemen
service adalah kumpulan port elemen diidentifikasikan dengan satu nama
service.
• Sebuah Dokumen WSDL diperbolehkan
mengandung beberapa elemen service, tetapi secara biasanya terdapat satu.
• Setiap service harus diberi nama yang unik.
• Konvensi penamaan adalah GeneralInfoService
Contohnya
:
<!--
Service definition -->
<service
name="WeatherCheckService">
<port
name="WeatherCheckSOAP"
binding="wc:WeatherCheckSOAPBinding">
<soap:address
location="http://host/WeatherCheck"/>
</port>
<port
name="WeatherCheckSMTP"
binding="wc:WeatherCheckSMTPBinding">
<soap:address
location="http://host/WeatherCheck"/>
</port>
</service>
|
yang harus perhatikan dari SOAP WSDL adalah kesesuaian method yang dipanggil baik
dari signature parameter, return type dan portnya.
sumber :
§ F, M
Nurkamal. (2013). Web Service. Bandung : Politeknik Pos Indonesia
§ http://dini08.weblog.esaunggul.ac.id/2013/12/04/pengertian-dan-deskripsi-detail-dari-soap/

